Gue sering banget dapet DM atau pertanyaan langsung dari temen-temen yang mau jalan jauh: "bawa charger apa aja sih?" atau "powerbank yang bagus buat traveling yang mana?" Pertanyaan-pertanyaan kayak gini kedengeran sepele, tapi kalau salah pilih, bisa bikin liburan berantakan. HP mati di tengah jalan, kamera kehabisan baterai pas momen bagus, atau colokan hotel yang nggak cocok sama charger kita.
Nah, di artikel ini gue mau jawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul itu. Bukan teori dari brosur, tapi dari pengalaman gue bolak-balik bawa ransel dan koper. Anggap aja ini obrolan santai sambil ngopi.
"Perlu bawa colokan universal nggak sih?"
Ini pertanyaan nomor satu yang paling sering gue terima. Jawaban singkatnya: iya, kalau kamu sering ke luar negeri. Tapi kalau cuma mudik ke kampung atau ke kota lain di Indonesia, colokan universal kadang overkill.
Baca juga: Mesin Cuci Buka-Tutup vs Front Loading buat Keluarga Muda
Baca Juga: totopediaasiaportal.shop
Gue dulu sempat ngerasa colokan universal itu ribet dan berat. Tapi setelah sekali ke Jepang dan lupa bawa adaptor, gue kapok. Charger gue nggak masuk ke stopkontak hotel, dan resepsionis cuma bisa kasih pinjaman satu adaptor yang dipakai bareng tamu lain. Akhirnya gue beli colokan universal kecil yang ada USB-C dan USB-A langsung di depannya. Sekarang benda itu nggak pernah keluar dari tas.
Tips dari gue: pilih yang ada minimal dua port USB dan satu port USB-C. Yang model lipat juga lebih aman, nggak gampang patah di dalam tas. Harganya sekarang variatif, dari yang puluhan ribu sampai ratusan ribu. Nggak perlu yang mahal-mahal, yang penting kualitas kabel dan pin-nya oke.
Colokan universal itu kayak payung. Kamu beli bukan karena butuh tiap hari, tapi karena sekali lupa bawa, kamu bakal nyesel seharian.
"Powerbank berapa mAh yang aman dibawa naik pesawat?"
Ini pertanyaan yang bikin banyak orang bingung, dan gue ngerti kenapa. Aturan maskapai soal powerbank memang nggak seragam, tapi ada patokan umum yang bisa kamu pegang.
Powerbank di bawah 100 Wh biasanya boleh dibawa ke kabin tanpa izin khusus. Kalau dikonversi, 100 Wh itu sekitar 27.000 mAh. Jadi powerbank 10.000 mAh atau 20.000 mAh aman-aman aja. Yang penting, powerbank wajib masuk kabin, jangan masuk bagasi. Ini sering banget dilupain orang, dan efeknya bisa ribet di bandara.
Gue sendiri sekarang pakai powerbank 20.000 mAh yang ada fast charging-nya. Cukup buat dua sampai tiga kali charge HP penuh, plus sekali charge kamera kecil. Beratnya memang agak nambah, tapi buat gue worth it karena nggak perlu cari colokan di bandara atau kafe.
Satu hal yang sering dilupain: cek label mAh dan Wh di badan powerbank. Kalau tulisannya udah pudar, siap-siap aja ditanya petugas keamanan. Gue pernah kejadian begini di sebuah bandara, dan meskipun akhirnya lolos, rasanya tetap deg-degan.
"Charger bawaan HP cukup nggak buat semua gadget?"
Jujur aja, jawabannya sering kali nggak cukup. Charger bawaan HP biasanya cuma satu port, dan kalau kamu bawa HP, earbuds, jam tangan, dan kamera, ya jelas kewalahan.
Solusi gue sederhana: bawa satu charger multi-port yang ada USB-C PD-nya. Yang model 30W atau 45W biasanya udah cukup buat HP dan earbuds sekaligus. Ukurannya kecil, dan sekarang banyak yang desainnya rapi banget.
Yang sering gue lupakan justru kabelnya
Ini pengalaman pribadi yang bikin gue agak malu. Gue pernah bawa charger canggih, tapi kabelnya ketinggalan di rumah. Akhirnya beli kabel di bandara dengan harga dua kali lipat. Sejak itu, gue selalu simpan satu kabel USB-C pendek di kantong tas kecil, khusus buat darurat.
Kabel pendek 20-30 cm itu penyelamat banget. Nggak kusut, nggak makan tempat, dan cukup buat charge sambil HP ada di meja. Kalau kamu sering bepergian, ini salah satu benda kecil yang paling gue rekomendasikan.
"Gimana cara ngatasin stopkontak hotel yang cuma satu?"
Pertanyaan ini klasik banget. Kamar hotel murah atau homestay sering cuma punya satu atau dua stopkontak, dan itu pun posisinya kadang di tempat aneh, kayak di belakang kasur atau deket pintu kamar mandi.
Jawaban gue: bawa extension cord kecil dengan tiga sampai empat lubang. Yang modelnya ada kabel sekitar satu meter dan ada tombol on-off-nya. Benda ini ringan, dan bisa menyelamatkan malam kamu ketika harus charge HP, kamera, dan powerbank sekaligus.
Gue pernah nginap di guesthouse yang stopkontaknya cuma satu, dan itu dipakai buat TV. Kalau nggak bawa extension cord, gue harus milih: nonton TV atau charge HP. Ya jelas gue pilih charge HP, tapi tetap aja ribet. Sejak itu, extension cord kecil selalu masuk daftar bawaan.
- Pilih extension cord dengan kabel minimal 1 meter
- Pastikan ada pengaman arus atau tombol on-off
- Hindari yang terlalu murah dan kabelnya tipis
- Cek dulu apakah kabelnya bisa dilipat rapi
"Perangkat rumahan apa yang ternyata berguna banget dibawa?"
Ini pertanyaan yang agak nyeleneh, tapi gue suka. Ada beberapa benda rumahan yang menurut gue underrated buat dibawa traveling.
Pertama, lampu tidur kecil USB. Kedengeran nggak penting, tapi di kamar hotel yang lampunya cuma satu dan terlalu terang, lampu kecil ini bikin tidur lebih nyaman. Ukurannya sebesar telapak tangan, dan bisa dicolok ke powerbank.
Kedua, pengering rambut mini. Ini khusus buat kamu yang rambutnya tebal dan hotelnya nggak nyediain hairdryer. Tapi hati-hati soal voltase ya, pastikan sesuai dengan negara tujuan.
Ketiga, dan ini yang paling gue suka: timer colokan. Benda kecil yang dipasang di stopkontak dan otomatis matiin aliran listrik setelah beberapa jam. Gue pakai ini buat charge HP semalaman, biar nggak overcharge. Di rumah juga kepake, jadi nggak cuma buat traveling.
Sedikit catatan dari gue
Semua pertanyaan di atas intinya balik ke satu hal: kenali kebiasaan kamu sendiri. Kalau kamu tipe yang gampang panik pas baterai di bawah 20 persen, ya bawa powerbank besar. Kalau kamu sering nginap di tempat murah, bawa extension cord. Nggak ada paket universal yang cocok buat semua orang.
Gue sendiri sekarang punya satu tas kecil khusus berisi colokan universal, charger multi-port, dua kabel, powerbank, dan extension cord mini. Tas itu selalu siap di lemari, tinggal ambil kalau mau pergi. Nggak perlu mikir lagi, nggak perlu deg-degan lagi.
Kalau kamu baru mulai sering bepergian, mulailah dari yang paling dasar: satu charger multi-port dan satu powerbank yang sesuai aturan kabin. Sisanya bisa nyusul sambil kamu belajar dari pengalaman sendiri. Percaya deh, setelah sekali dua kali jalan, kamu bakal tahu benda mana yang beneran kepake dan mana yang cuma nambah berat tas.
Dan kalau ada pertanyaan lain soal perangkat harian buat traveling, tulis aja di kolom komentar. Siapa tahu jadi bahan obrolan berikutnya.